

Muniba adalah seorang lelaki yang berasal dari Desa Demeling, Jepara. Ia pergi dari desanya karena telah membunuh istri dan selingkuhannya. Ia kemudian berlayar ke barat dan terdampar di Losari Kabupaten Brebes. Di tempat itu ia kemudian mengajarkan cara bertani dan menangkap ikan kepada masyarakat hingga akhirnya desa tersebut menjadi makmur.
Bersama istri barunya yang ia dapat di Losari, Muniba kemudian membuka desa lagi yang berada dekat muara di Brebes (kelak desa itu dinamakan desa Dumeling).
Di tempat itu, dia juga membuka lahan untuk pertanian dan mengajarkan menangkap ikan di laut bersama pengikutnya dan masyarakat sekitar hingga desa itu pun menjadi makmur.

Suatu hari desa itu gempar karena beberapa anak dimangsa oleh ular berkepala kerbau, penjaga sungai yang bernama Lembudana dan Lembudini. Mendengar hal tersebut, Muniba dengan kesaktiannya berhasil mengalahkan dua ular tersebut dan mengembalikan anak yang dimangsa tersebut. Karena kesaktiannya itulah, Muniba kemudian diberi gelar Ki Gede Muniba. Dia juga akhirnya resmi menamakan desa tersebut desa Dumeling, mirip asal desanya dulu di Jepara, Demeling.

Sepenggal kisah menarik yang ditampilkan oleh Sanggar Seni Srong dalam pergelaran Sendratasik berjudul “Ki Muniba” pada perhelatan Pentas Duta Seni Kabupaten Brebes yang berlangsung di Anjungan Jawa Tengah Taman “Mini Indonesia” Indah Minggu, 13 Juli 2025.

Pergelaran yang digawangi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Brebes ini dihadiri langsung oleh Bupati Brebes, Kepala Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, Sekda Brebes beserta para asisten, Para Staf Ahli Bupati, Forkopimda Brebes, Para Kepala OPD di lingkungan pemerintahan Brebes, Para Camat se-Kabupaten Brebes, Ketua Paguyuban dan Para tokoh perantau asal Brebes, Ketua MKKS/ K3S seluruh Brebes, Ketua Perkumpulan Perantau Jawa Tengah, dan para wisatawan umum.

Kegiatan yang digelar selama sekitar 120 menit ini adalah sebuah perwujudan dari komitmen antara Pemerintah Kabupaten Brebes bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam melestarikan seni budaya lokal daerah. Hal ini juga tersirat dalam pernyataan yang disampaikan dalam pidato sambutan, baik sambutan dari Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, SE.,MM maupun sambutan Kepala Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah Sarido, S.STP., M.Si.

Kegiatan semacam ini juga menjadi ajang bagi para seniman daerah untuk dapat menampilkan karya-karya terbaiknya di hadapan masyarakat umum yang lebih luas khususnya di Anjungan Jawa Tengah TMII. Para seniman/ kreator dapat mengaktualisasi diri dan menyebarluaskan hasil karyanya melalui berbagai atraksi seni dalam kegiatan ini, sehingga kegiatan Pentas Duta Seni ini menjadi ajang yang sangat strategis bagi pemajuan seni budaya lokal daerah yang harus terus rutin diselenggarakan.


Website Sponsor :



