

Dadi wiryaning dumadi Maka, dalam proses pertumbuhan hidup ini, Selama itu pula hendaknya kita senantiasa waspada dan ingat. Ingatlah bahwa alam semesta adalah lukisan ciptaan agung menjadi yang
kebijaksanaan sejati dari kehidupan.Penggalan serat Wulangreh karya Sri Susuhunan Pakubuwana IV ini menjadi sumber inspirasi dan motivasi lahirnya dramatari “Tirta Kencana: Cahyaning Boyolali.”
Karya ini merepresentasikan serta menginterpretasikan kehidupan para peternak sapi perah di Boyolali sebagai refleksi kearifan lokal dalam mengelola sumber daya alam. Melalui tokoh Laras dan Ki Pranata, dramatari ini menggambarkan dinamika sosial- ekonomi yang dihadapi masyarakat peternak, termasuk ketergantungan pada pasar dan ancaman ketidakadilan harga komoditas susu. Konflik antara nilai-nilai tradisional dan kepentingan ekonomi ditampilkan melalui kehadiran tengkulak yang menekan harga. Ketegangan ini menjadi pemicu tumbuhnya kesadaran kolektif untuk membentuk koperasi, sebagai simbol perlawanan berbasis gotong royong dan solidaritas. Dalam dramatari ini, susu tidak hanya dipahami sebagai produk ternak, tetapi dimaknai sebagai “tirta kencana” lambang berkah alam yang harus dijaga dengan rasa syukur, kerja keras, dan semangat kebersamaan.Karya ini menyampaikan pituah utama bahwa: “Rezeki yang sejati tidak terletak pada besarnya nilai jual, tetapi pada ketulusan dan penghormatan terhadap alam.”


Sepenggal kisah seru dari Kabupaten Boyolali sukses dipergelarkan dalam acara Pentas Duta Seni Kabupaten Boyolali yang bertempat di Anjungan Jawa Tengah Taman Mini “Indonesia Indah” Minggu, 6 Juli 2025.


Kegiatan berdurasi 120 menit ini dihadiri oleh Wakil Bupati Boyolali, Asisten I Sekda Boyolali sekaligus Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Badan Penghubung Jateng, Ketua Perkumpulan Perantau Jawa Tengah, Masyarakat perantau asal Boyolali, serta masyarakat umum pengunjung TMII.


Tak hanya memamerkan seni pertunjukannya, Boyolali juga memamerkan berragam produk unggulan khasnya di hadapan masyarakat luas pengunjung TMII. Kegiatan ini setiap tahun rutin digelar oleh Pemerintah Kabupaten Boyolali bersama Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah sebagai komitmen bersama dalam upaya nyata pelestarian seni budaya lokal Jawa Tengah.





