Wujud nyata dari pelayanan masyarakat adalah kepedulian yang dihadirkan secara langsung di lapangan. Proses pendampingan Ibu Sri Harmi kembali ke pangkuan keluarga di Kabupaten Sukoharjo berjalan lancar berkat kerja sama yang solid Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, Dinas Sosial DKI Jakarta, PSBI Bangun Daya 2, Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2 Cipayung, serta Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo.

Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) atas nama Ibu Sri Harmi awalnya terjaring penjangkauan oleh Dinas Sosial DKI Jakarta di kawasan Jakarta Barat,
kemudian dirujuk ke PSBI Bangun Daya 2 Cipayung. Setelah proses assessment, Ibu Sri Harmi terdeteksi mengalami halusinasi sehingga dirujuk ke PSBL HS 1 Cengkareng, Jakarta Barat.
Setelah mendapatkan perawatan intensif, penambahan obat, serta pemeriksaan berkala di RSKD Duren Sawit, Jakarta Timur, yang bersangkutan dipindahkan ke PSBL HS 2 Cipayung, Jakarta Timur.


SUKOHARJO – Menindaklanjuti laporan dari Dinas Sosial DKI Jakarta melalui Panti Sosial Bina Laras, Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat memfasilitasi kepulangan salah satu warga, Ibu Sri Harmi, kembali ke kampung halamannya di Kabupaten Sukoharjo.
Proses pemulangan ini berjalan lancar dengan dukungan penuh dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah yang memberikan bantuan dana operasional kepulangan sebesar Rp400.000 (Empat Ratus Ribu Rupiah). Bantuan tersebut diserahkan langsung untuk menunjang kebutuhan perjalanan hingga sampai di tujuan.
Ibu Sri Harmi tiba di kediaman orang tuanya di Jalan Sutowijoyo RT 02/RW 05, Kelurahan Majasto, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo pada pukul 19.00 WIB. Kedatangan tim pendamping disambut hangat oleh pihak keluarga yang diwakili oleh kakak kandung Ibu Sri Harmi, serta disaksikan langsung oleh perangkat desa setempat.
Pihak keluarga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas perhatian serta koordinasi yang terjalin baik antara Dinas Sosial DKI Jakarta, Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, dan UPZ. Langkah sinergis ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kemanusiaan dan memastikan perlindungan serta penanganan bagi warga Jawa Tengah yang membutuhkan.



