


Raden Pandanaran yang mengalami dilema antara keinginan mendalami spiritual untuk mencapai pencerahan dan untuk membebaskan ikatan belenggu, atau melaksanakan kewajibannya berbakti kepada orang tuanya meneruskan tahta kerajaan. Rasa dilema yang memunculkan gejolak mengacu pada perasaan kebimbangan yang sangat kuat dan menyebabkan kegelisahan, kecemasan, atau konflik emosional yang mendalam. Disisi lain, hanya karena harta Nyai Kaliwungu istri Pandanaran menentang keras pilihanya. Jalan manakah yang akan di pilih? Lokajaya menegaskan bahwa jalan delapan kesadaran murni akan membuka cahaya terang untuknya.
Sepenggal kisah yang divisualisasikan dalam bentuk drama tari berjudul “Hasta Arya Marga, Laku Darmaning Pandanaran” ini sukses digelar di Anjungan Jawa Tengah TMII pada perhelatan Gelar Seni Budaya Kabupaten Semarang Minggu, 7 Juni 2026. Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Pariwisata menggandeng Sanggar Tari Metta dalam menggelar pertunjukan ini.



Wakil Bupati Semarang hadir secara langsung menyampaikan sambutannya dalam acara ini yang mana dihadiri pula oleh Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah, perwakilan dari Badan Penghubung Jawa Tengah, masyarakat perantau Kabupaten Semarang, dan para pengunjung umum.
Para seniman yang tampil pada pertunjukan ini hampir seluruhnya adalah generasi muda dan anak-anak, hal ini membuktikan bahwa proses regenerasi pelaku seni yang berada di Kabupaten Semarang berjalan dengan baik.



Kegiatan ini semakin meriah dengan adanya pameran produk-produk UMKM Kabupaten Semarang yang bisa dibeli oleh para pengunjung. Selain itu para seniman juga menggelar pentas pra acara di area Plaza Kori Agung Museum Indonesia untuk mempromosikan seni budaya Kabupaten Semarang kepada para pengunjung TMII.





