


Pada tahun 1009 masehi, pernikahan Pangeran Airlangga putra Prabu Udayana Warmadewa, dari Kraton Bali Bedahulu dengan Dewi Smara Anantasari putri Prabu Darma Wangsa Teguh Kerajaan Medhang Wotan. Tiba-tiba menjadi rusak karena dibrontak oleh Adipati Wora Wari dan prajuritnya menjadikan perang hingga Prabu Darma Wangsa Teguh gugur. Dari wejangan Empu Kanwa dibantu para resi, brama dan prajurit di lereng gunung Penanggungan, Pangeran Airlangga bisa merebut kembali kekuasaan dan menumpas para pembrontak yang dipimpin Aji Wora Wari. Karena Kraton Medhangwotan sudah hancur lebur, maka Airlangga membangung kraton baru di Tahun 1009 masehi diberi nama Kraton Kahuripan dengan raja yang baru pula Prabu Abiseka Sri Maharaja Airlangga Ananta Wikrama Tungga Dewa.
HA NA CA RA KA ( ANA UTUSAN)
DA TA SA WA LA (PADHA PASULAYAN)
PA DHA JA YA NYA (PADHA SEKTINE)
MA GA BA THA NGA (PADA DADI BATHANG/MATI KABEН)



Sepenggal kisah yang dipergelarkan dalam sajian pertunjukan ketoprak berjudul “Sang Aji Saka” ini sukses membuat decak kagum penonton pada perhelatan Gelar Seni Budaya Kabupaten Pekalongan yang digelar pada Minggu, 14 Juni 2026 silam. Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama para seniman dari Sanggar Sri Jaya Muda dan Sanggar Mekar Budaya ini sukses berkolaborasi dengan sangat apik dalam mempersiapkan pergelaran ini.



Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Perwakilan Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, Perwakilan Paguyuban Jawa Tengah dan Perantau asal Pekalongan serta para pengunjung umum TMII. Perhelatan yang berjalan sekitar dua jam ini menjadikan suasana akhir pekan di Anjungan Jawa Tengah sangat meriah, ditambah lagi dengan hadirnya produk UMKM asli Pekalongan yang dijual serta adanya kuliner Soto Tauco gratis bagi para pengunjung.






