

Sebuah pertunjukan Wayang Orang yang disajikan oleh grup Wayang Orang Sriwedari dengan judul “Tapayati” Sang Rahim Pengabdian sukses membuat decak kagum para penonton pada gelaran Pentas Duta Seni Kota Surakarta yang bertempat di Anjungan Jawa Tengah TMII Minggu, 30 November 2025.


Pertunjukan Wayang Orang ini menceritakan sosok Tapayati yang menanggalkan mahkota dan nama besar bukan karena kalah, tetapi karena sadar bahwa kodrat sejati wanita bukan di singgasana, melainkan di rahim kehidupan. Ia menerima luka sebagai takdir, lalu melahirkan makna baru dari kepasrahan. Dalam kesunyian pengabdian, Tapayati menjemput masa depan dengan tangan bersih dari ambisi, meninggalkan masa lalu yang megah demi kelahiran cinta yang lebih luhur karena sejatinya, wanita sejati bukan yang berkuasa atas dunia, melainkan yang sanggup mencipta ulang dunia dari hatinya yang suci.


Sepenggal kisah ini cukup membuat para penonton terhipnotis menyaksikan pertunjukan yang berdurasi sekitar 90 menit ini. Betapa tidak, para pemeran wayang orang ini melakoni perannya dengan sangat apik dengan dramaturgi dan penjiwaan yang bisa membawa penonton hanyut ke dalam ruang imajinasi ceritanya.


Perwakilan pemerintah kota Surakarta yang hadir adalah Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surakarta Siti Khotimah, S.Sos., MM. Hadir menyampaikan sambutan Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah yaitu Kepala Sub Bidang Promosi dan Informasi Menuk Indriastuti, S.Pd., M.Si. Selain itu kegiatan ini dihadiri oleh Anggota DPR RI Aria Bima, keluarga kerabat Pura Mangkunegaran, Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah KRAT. Drs. Leles Sudarmanto, MM., MBA, para tokoh budaya dan diaspora asal kota Surakarta, dan pengunjung umum.


Kota Surakarta tahun ini baru kembali aktif menggelar kegiatan Pentas Duta Seni di Anjungan Jawa Tengah semenjak pandemi Covid 19 yang lalu, maka tidak heran apabila banyak sekali pecinta Wayang Orang Sriwedari di Jakarta yang rindu menyaksikan pertunjukannya hingga kemudian hadir memadati Anjungan Jawa Tengah untuk mengobati rasa kangennya.




