

Persawahan hijau nan subur membentang luas,
Hama culas datang melibas,
Wereng menthek sundep tikus ikut memberangus
Tanaman subur seketika hancur
Petani bersamadi mencari solusi,
Dewi Sri kebumi beri wewarah
Bergotong royonglah merawat alam
Tuk menghalau serangan hama
Hamapun lari tunggang langgang
Alam kembali hijau nan subur, panenpun melimpah
Bumi Sukoharjo subur, kang mbabar kemakmuran.
Sebuah narasi tentang kehidupan petani di Kabupaten Sukoharjo yang ditampilkan dalam bentuk sajian drama tari berjudul “Mbengkas Reretu Mbabar Kemakmuran” sukses memukau para penonton pada gelaran Pentas Duta Seni Kabupaten Sukoharjo Minggu, 22 September 2024 silam bertempat di Anjungan Jawa Tengah TMII.


Pentas Seni yang disajikan oleh para seniman seniwati muda yang tergabung dalam Komunitas Seniman Sukoharjo Suka Sengkuyung ini mengawali rangkaian pergelaran dengan menyajikan Tari Manupuren sebagai sajian selamat datang. Hadir secara langsung memberikan sambutan selamat datang pada acara ini Kepala Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah Sarido, S.STP, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo Heru Indarjo, SH., M.Hum., Ketua Umum Perkumpulan Perantau Jawa Tengah dan Ketua Perantau Sukoharjo di Jabodetabek beserta para anggota.


Memasuki acara utama Pentas Duta Seni Kabupaten Sukoharjo tampil sajian Karawitan Kontemporer Ibu Pertiwi yang menyajikan kolaborasi instrumen musik gamelan dengan instrumen musik barat dengan lagu-lagu tradisional maupun lagu masa kini. Sajian berikutnya yaitu dramatari berjudul “Mbengkas Reretu Mbabar Kemakmuran” yang menceritakan kehidupan petani di Sukoharjo dengan berbagai dinamikanya bersinggungan dengan hama tikus dan kebo kinul.




Seluruh rangkaian kegiatan ini diakhiri dengan konser karawitan kontemporer yang melakukan interaksi bersama warga paguyuban perantau Sukoharjo dan para pengunjung umum TMII sehingga menambah semaraknya suasana Anjungan Jawa Tengah.



