
Jambewangi adalah seorang penari tayub yang sangat mempesona. Kecantikan paras dan keluwesannya dalam menari
membuat banyak lelaki jatuh hati. Salah satunya adalah Jakaturus, seorang pemuda desa bersahaja yang gagah dan tampan. Jambewangi pun menaruh hati kepada Jakaturus. Mereka akhirnya menjadi sepasang kekasih yang menjadi buah bibir kala itu. Namun, perjalanan cinta mereka terusik oleh kehadiran seorang punggawa yg bernama Sawungrana. Sawungrana yg sudah setengah baya dan telah memiliki anak istri berniat memperistri Jambewangi. Jambewangi menolak keinginan Sawungrana karena sudah memilki pujaan hati. Penolakan Jambewangi membuat Sawungrana murka. Ia pun membunuh Jakaturus yg dianggapnya sebagai penghalang niatnya. Mengetahui kelicikan dan kekejaman Sawungrana, Jambewangi
semakin membencinya. Akhirnya Jambewangi memilih mati membela cinta sucinya kepada Jakaturus. Sepenggal kisah cinta inilah yang menjadi sumber cerita pertunjukan Drama Tari ” Cinta Suci Jambewangi” yang ditampilkan pada Pentas Duta Seni Kota Salatiga di Anjungan Jawa Tengah Minggu, 26 November 2023.


Gelaran Pentas Duta Seni Kota Salatiga dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kota Salatiga, Paguyuban Jawa Tengah, Paguyuban Perantau asal Kota Salatiga, serta pengunjung umum. Kepala Sub Bidang Promosi dan Informasi Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah Menuk Indriastuti, S.Pd. dalam sambutannya menuturkan bahwa kegiatan pelestarian seni budaya Jawa Tengah di wilayah Jabodetabek menjadi kegiatan prioritas yang terus dilaksanakan baik ditempuh dengan jalan bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten/ Kota se- Jawa Tengah maupun dengan sanggar-sanggar seni di Jawa Tengah serta di wilayah Jabodetabek.

Kegiatan Pentas Duta Seni Kabupaten/ Kota se -Jawa Tengah diharapkan menjadi ajang bagi pemerintah Kabupaten/ Kota memperkenalkan, menyebarluaskan, serta mempromosikan potensi seni budaya lokalnya di wilayah Jabodetabek. Selain itu, kegiatan ini bisa menjadi wadah untuk berekspresi, berproses, dan beraktualisasi bagi para pelaku seni daerah.






