

Jakarta – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah bergema di Jakarta melalui rangkaian pentas seni budaya yang digelar di Panggung Terbuka Ojo Dumeh, Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Sabtu–Minggu, 29–30 Agustus 2026.


Rangkaian kegiatan menghadirkan beragam kesenian tradisional Jawa Tengah sebagai bagian dari upaya memperkenalkan, melestarikan, sekaligus menghidupkan kembali kekayaan seni budaya Jawa Tengah di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Jabodetabek. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap seni tradisi dan memperkenalkan keragaman budaya Jawa Tengah kepada para pengunjung TMII.


Pada Sabtu, 29 Agustus 2026, mulai pukul 15.30–17.30 WIB, pengunjung disuguhkan pertunjukan campursari yang menghadirkan nuansa khas kesenian Jawa. Alunan musik, tembang, dan sajian campursari menjadi pembuka rangkaian pergelaran sekaligus mengajak masyarakat menikmati kekayaan seni pertunjukan tradisional Jawa dalam suasana yang hangat dan menghibur.


Kemudian pada Minggu, 30 Agustus 2026, mulai pukul 10.00–17.30 WIB, panggung terbuka Ojo Dumeh kembali semarak dengan Atraksi Kesenian Mistik Ebeg Banyumasan. Pergelaran berlangsung dengan jeda pelaksanaan salat Zuhur dan Asar, serta menampilkan kekuatan seni pertunjukan tradisional Banyumasan yang dikenal memiliki karakter ekspresif, dinamis, dan sarat dengan nilai budaya masyarakat Banyumas.


Pertunjukan Ebeg Banyumasan yang dipentaskan oleh PERSEBAN (Persatuan Seni Ebeg Banyumasan se-Jabodetabek) berhasil menyedot perhatian pengunjung. Pergelaran diawali dengan sejumlah repertoar tari kuda lumping yang menampilkan gerak dinamis para penari, iringan musik tradisional yang energik, serta atmosfer pertunjukan yang semakin membangun antusiasme penonton.
Puncak pertunjukan ditandai dengan atraksi kesurupan massal yang menjadi salah satu ciri khas dalam pementasan Ebeg Banyumasan. Atraksi tersebut menghadirkan suasana yang menegangkan sekaligus memukau, membuat sebagian penonton merinding namun pada saat yang sama menunjukkan decak kagum terhadap kekuatan ekspresi dan daya tarik seni pertunjukan tradisional yang masih hidup dan berkembang hingga saat ini.


Antusiasme pengunjung menunjukkan bahwa kesenian tradisional, termasuk Ebeg Banyumasan, masih memiliki daya tarik kuat di tengah masyarakat perkotaan. Kehadiran pergelaran ini sekaligus menjadi ruang apresiasi bagi para pelaku seni Banyumasan di wilayah Jabodetabek untuk terus berkarya, menjaga keberlangsungan tradisi, dan mengenalkan seni budaya daerah kepada generasi muda.
Melalui kegiatan ini, Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah turut menegaskan komitmennya dalam mendukung promosi dan pelestarian seni budaya Jawa Tengah di perantauan. Anjungan Jawa Tengah TMII tidak hanya menjadi ruang representasi budaya Jawa Tengah, tetapi juga menjadi titik temu bagi masyarakat untuk mengenal, menikmati, dan mengapresiasi kekayaan seni tradisi Jawa Tengah.
Semarak Hari Jadi Jawa Tengah di Jakarta menjadi bukti bahwa semangat budaya Jawa Tengah dapat terus bergema melampaui batas wilayah, sekaligus menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan dan momentum Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah melalui seni, tradisi, dan kebersamaan masyarakat.



