“Anoman Duta – Rama Tambak”, sebuah lakon wayang kulit yang disajikan oleh tiga dalang bocah dan remaja pada peringatan Hari Wayang Nasional Tahun 2023 yang diselenggarakan Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah di Anjungan Jawa Tengah Taman Mini “Indonesia Indah” pada Selasa malam tanggal 7 November 2023.
“Ditetapkannya wayang sebagai warisan budaya tak benda dunia oleh UNESCO dua puluh tahun silam, serta dengan diresmikannya tanggal 7 November sebagai Hari Wayang Nasional oleh pemerintah pantas menjadikan kita bangga dan semakin yakin bahwa eksistensi wayang harus tetap dilestarikan sampai kapanpun”, sepenggal pesan Hari Wayang Nasional yang disampaikan langsung oleh Kepala Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah Sarido, S.STP., M.Si sekaligus membuka pagelaran Wayang Kulit Dalang Bocah dan Remaja. Sarido, S.STP., M.Si dalam pidatonya juga menyampaikan pernyataan bahwa dipergelarkannya Wayang Kulit dengan dalang berusia anak dan remaja ini sebagai langkah nyata dalam memberikan dukungan terhadap lestarinya wayang kulit serta diharapkan wayang kulit dalang bocah dan remaja ini dapat menjadi daya tarik bagi generasi muda untuk menyaksikan, mempelajari, bahkan memiliki kepedulian terhadap eksistensi wayang, sehingga regenerasi tidak hanya terjadi pada para pelaku seni pewayangan saja, tetapi juga regenerasi terjadi pada para penonton, penghayat, atau penikmatnya.
Tiga dalang yang menjadi penampil pada kegiatan ini diantaranya Ki Gandrung Swara Algiffari, Ki Vincent Colin Putra Farlian, dan Ki Rama Aditya yang mana mereka bertiga berasal dari Yayasan Kesenian Bejo Lestari Laras di bawah binaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati. Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pati hadir bersama Sekretaris dan jajaran menyaksikan pagelaran wayang yang berlangsung mulai pukul 19.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB tersebut. Selain itu tamu yang hadir terdiri dari unsur pelajar, mahasiswa, Paguyuban Jawa Tengah, tamu mancanegara, komunitas-komunitass pecinta wayang di Jabodetabek, dan masyarakat umum.

Kehadiran para tamu di Anjungan Jawa Tengah disuguhi dengan penampilan Tari Gambyong Pareanom yang disajikan oleh para penari remaja hasil binaan Diklat Seni Tari Anjungan Jawa Tengah kemudian dilanjutkan dengan prosesi Hari Wayang Nasional sebagai pembuka dimulainya Pagelaran Wayang Kulit.



Seperti yang telah disampaikan pada pidato pembuka acara, kegiatan ini syarat akan misi regenerasi dengan tujuan akhir adalah pelestarian wayang kulit sebagai warisan budaya yang harus dijaga karena memuat nilai-nilai luhur jati diri bangsa yang akan membentengi generasi dari pengaruh budaya asing yang belum tentu sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Badan Penghubung senantiasa hadir di barisan terdepan dalam memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian seni budaya tradisi Indonesia.





