


Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2021, Cing Poling kesenian tari tradisional dari Purworejo menggambarkan kisah para prajurit Demang
di wilayah Kesawen saat melakukan pisowanan (kunjungan) kekerajaan. Kesenian ini muncul pada masa penjajahan Belanda, sekitar abad XVII. Tarian ini sebenarnya adalah bentuk penyamaran dari latihan bela diri para pengawal Demang Kesawen saat melakukan pisowanan. Mereka menari untuk menutupi ciri fisik mereka saat berlatih bela diri di depan umum.

Sebuah pertunjukan atraksi budaya lokal Purworejo yang berhasil mengundang decak kagum dipentaskan pada pergelaran Pentas Duta Seni Kabupaten Purworejo Tahun 2025 di Anjungan Jawa Tengah TMII Minggu 27 Juli 2025 silam. Pertunjukan berdurasi sekitar 90 menit ini merupakan kolaborasi Sanggar Tunggul Wulung bersama seniman berusia anak-anak dan remaja Purworejo di bawah binaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purworejo.


Rangkaian kegiatan ini diawali dengan arak-arakan pasukan Cingpoling di area halaman Anjungan Jawa Tengah menuju Pendopo Agung kemudian dilanjutkan dengan penampilan Tari Cingpoling, Tari Padang Bulan, dan Tari Gula Kelapa. Tari Padang Bulan dan Tari Gula Kelapa merupakan bentuk kreasi baru pengembangan Tari Cingpoling yang diperuntukkan bagi pembelajaran siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah. Hal ini merupakan langkah kongkret pemerintah Kabupaten Purworejo dalam melakukan regenerasi seni budaya lokal daerah secara konsisten dalam rangka pelestarian seni budaya dan pembentukan jati diri generasi muda di tengah derasnya arus global.


Kegiatan ini dihadiri oleh Pj Sekretaris Daerah Purworejo, Wakil Ketua DPRD Purworejo, para Kepala OPD di lingkungan pemerintah Purworejo, Perwakilan dari Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, Masyarakat perantau asal Purworejo di Jabodetabek beserta para tokoh asal Purworejo, Ketua Perkumpulan Perantau Jawa Tengah, dan juga pengunjung umum.



Selain pertunjukan seni budaya, Purworejo juga menampilkan produk-produk UMKM khas Purworejo bekerja sama dengan para pelaku UMKM Purworejo di Jakarta, serta yang lebih menarik yaitu adanya stand museum mini portable yang dihadirkan di Pendopo Agung Anjungan Jateng dengan menampilkan koleksi museum tosan aji.


Kabupaten Purworejo adalah salah satu daerah yang aktif menggelar seni pertunjukan dan pameran potensi daerah di Anjungan Jawa Tengah TMII setiap tahun. Dua tahun berturut-turut di tahun 2023 dan 2024 Kabupaten Purworejo berhasil menyabet Anugerah Penyaji Terbaik Pentas Duta Seni Kabupaten/ kota se- Jawa Tengah.


