

Puluhan siswa SMP dan SMK sangat antusias belajar langsung seni budaya Jawa Tengah dimulai dari mengenal kemudian memeragakan seni tari, seni karawitan, dan wayang kulit Jawa Tengah dalam kegiatan Pentas Presensia Kamis, 22 Mei 2025 di Anjungan Jawa Tengah Taman Mini “Indonesia Indah”.



Siswa-siswi yang berasal dari SMP Negeri 81 Jakarta, SMP Negeri 222 Jakarta, dan SMK Negeri 58 Jakarta ini disuguhi dengan sajian Gendhing-gendhing Karawitan dilanjutkan dengan Pentas Kolaborasi Fragmen Ramayana dengan durasi kurang lebih 30 menit di awal kegiatan Pentas Presensia. Setelah pementasan ini para siswa diberikan kesempatan untuk memeragakan apa yang baru saja mereka saksikan yaitu seni tari, memainkan instrumen alat musik gamelan, dan memainkan wayang kulit didampingi para instruktur.


PENTAS PRESENSIA (Pengenalan, Aktualisasi, dan Apresiasi Seni Siswa Indonesia) yaitu sebuah program pelestarian seni budaya yang khusus diperuntukkan bagi siswa/ pelajar. Kegiatan ini berisi pengenalan-pengenalan budaya lokal Jawa Tengah kepada pelajar dengan bentuk kegiatan yang dapat memberikan pengalaman dan kesan positif setelah mengikutinya. Kegiatan ini berbentuk pertunjukan seni tradisional yang bersifat dua arah, artinya para pelajar diberikan kesempatan secara langsung untuk belajar dan mengenal seni tradisional dengan cara yang mereka sukai. Adapun pertunjukan seni yang akan ditampilkan antar lain Seni Tari, Seni Karawitan, dan Seni Pedalangan yang mana akan memberikan ruang bagi para pelajar untuk belajar secara langsung baik melalui tanya jawab, memeragakan langsung, maupun mempelajari lebih mendalam.

Kassubbid Promosi dan Informasi Menuk Indriastuti, S.Pd., M.Si dalam sambutannya menyampaikan sebuah alasan mengapa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah harus hadir dalam menyelenggaran kegiatan ini yaitu didasari bahwa kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini memberikan dampak yang positif bagi perkembangan dunia pendidikan yang mana saat ini para pelajar yang sedang duduk di bangku sekolah merupakan generasi penerus bangsa yang akan membawa kendali bangsa di masa mendatang. Kemudahan penyebaran informasi dan kecanggihan teknologi nyatanya tidak selalu memberikan dampak positif, melainkan juga memiliki efek negatif yang mana banyak muncul budaya-budaya asing yang memasuki dunia para generasi muda yang belum tentu budaya tersebut memiliki nilai-nilai yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Hal ini menyebabkan perlunya penguatan jati diri generasi muda dalam menghadapi dunia global sekarang ini. Penguatan jati diri bangsa ini dapat ditempuh dengan mengajak generasi muda mengenal, mengapresiasi, dan mempelajari budaya lokal Indonesia sehingga bangsa kita tidak terjajah oleh bangsa lain.



Para seniman seniwati yang menyajikan pementasan dalam kegiatan ini merupakan potensi peserta Diklat Seni Tari dan Diklat Seni Karawitan Anjungan Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah dengan instruktur karawitan Bagiyanto Siswoyo, Instruktur tari Cipto Wijoyo, S.Sn dan Gendo Kusnadi, A.Md. Sn, dan sebagai pengatur laku dalam acara Pentas Presensia sekaligus menjadi instruktur praktek Wayang Kulit adalah Ki Fawwaz, M.Sn.









