


Tari Jaran Bolong adalah kesenian khas Kabupaten Purworejo. Menggunakan properti kuda/jaran yang memiliki kekhasan pada properti kuda kepang dengan posisi kepala lurus ke depan dan pelana kuda yang berlubang besar/bolong. Secara koreografi, Jaran Bolong adalah hasil akulturasi kesenian Incling dengan ciri khas alat musik bendhé pongjir dari wilayah perbukitan Menoreh dan Kuda Kepang dengan kekhasan angklung sebagai musik iringannya. Tari Jaran Bolong adalah simbol keterbukaan masyarakat Purworejo pada perkembangan jaman dan budaya.
Tari Jaran Bolong ini adalah salah satu tarian yang ditampilkan pada perhelatan Pentas Duta Seni Kabupaten Purworejo pada Minggu, 24 November 2024 silam bertempat di Anjungan Jawa Tengah TMII. Pergelaran yang digelar dengan durasi sekitar 2 jam dan disajikan oleh sekitar lima puluh seniman ini sangat menarik perhatian para pengunjung hingga memenuhi area Pendopo Agung Anjungan Jawa Tengah.


Totalitas Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam memamerkan potensi seni budaya dan produk unggulannya sangat nampak, terbukti pada kegiatan ini banyak disuguhkan tontonan menarik diantaranya Tari Kuda Kepang dengan berbagai model yang ditarikan oleh tiga generasi diantaranya Jaranan Incling, Jaranan Sluku-sluku Bathok, Jaran Bolong, dan juga flashmob Jaranan. Potensi lain yang ditampilkan yaitu adanya stand pameran Museum Tosan Aji, stand makanan khas Purworejo seperti clorot, lompong, geblek, dan berbagai makanan lain. Menurut Dyah Woro Setyaningsih, S.Sos., M.M Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purworejo, hal ini dilakukan untuk memaksimalkan potensi promosi yang dilaksanakan di TMII dengan semakin banyak membuka jalan untuk penyebarluasan potensi kekayaan seni budaya dan produk unggulan Purworejo pada khalayak luas. “Setiap tahun kami menyelenggarakan Pentas Duta Seni di TMII dengan persiapan yang matang dengan menampilkan yang terbaik” tutur Woro yang pada saat itu di balik layar memimpin langsung seluruh alur pelaksanaan pergelaran ini. Perlu diketahui bahwa pada tahun 2023 Kabupaten Puworejo berhasil menyabet predikat Penyaji Terbaik Pentas Duta Seni bersama Kabupaten Sukoharjo, dan Kabupaten Wonosobo.


Kegiatan ini dihadiri dari berbagai unsur masyarakat diantaranya hadir secara langsung Kepala Badan Penghubung Jawa Tengah Sarido, S.STP., M.Si, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Wasit Diono, S.Sos beserta jajaran, Ketua Umum Perkumpulan Perantau Jawa Tengah KRT. Drs. Leles Sudarmanto, MM., MBA, Para ketua Paguyuban Perantau Purworejo beserta para anggota, serta pengunjung umum TMII baik wisatawan domestik maupun mancanegara.


“Purworejo sangat kaya akan kesenian tradisional dengan berbagai cerita-cerita yang melatarbelakanginya serta dengan masing-masing perjalanan sejarahnya sehingga tidak akan pernah kehabisan bahan/ materi dalam pertunjukan kesenian”, tutur Rianto Purnomo yang menyutradarai pertunjukan ini. Ia menyampaikan bahwa proses penggarapan karya ini ia menggabungkan para seniman yang berasal dari banyak paguyuban seni tradisi di seluruh Purworejo dengan berbagai karakter dan latar belakangnya dengan tujuan untuk lebih mempererat persaudaraan antar seniman tradisional dan juga menyebarkan pengaruh positif dalam proses berkesenian.



Pementasan ini melibatkan sebagian besar seniman-seniman berusia anak-anak hingga remaja, hal ini membuktikan terjadinya proses regenerasi yang baik dalam proses pelestarian seni tradisi di Purworejo. Selain itu, upaya yang ditempuh Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam menyebarluaskan kesenian Jaranan yaitu dengan mengajak para pengunjung untuk flash mob menari Jaranan bersama. Sebuah pesan tersirat bahwa menari jaranan itu mudah dan menyenangkan tampak dari aksi flash mob ini yang dilakukan secara spontan tanpa latihan, para peserta langsung mengikuti contoh gerakan penari di depan, dan mereka melakukannya dengan riang gembira.






