


Alkisah diceritakan mbah kakung dan eyang putri suami istri sangat berbahagia karena tiba musim panen padi, Saat mempersiapkan perlengkapan wiwit anaknya Anak bertanya untuk apa itu wiwit? Lalu dijelaskan untuk rasa sukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan penghormatan kepada Dewi Sri yang dipercaya sebagai Dewi Padi. Setelah itu sang anak bertanya lagi kenapa Dewi Sri dipercaya sebagai dewi padi? Lalu diceritakan oleh orang tuanya dengan Adegan wayang dan tarian.
Bahwa Dewi Sri adalah kejadian dari air mata mustika Dewa Ontoboga yang berwujud naga, Ontoboga meneteskan air mata karena sedih dan takut dihukum ketika Bethara Guru memerintahkan para dewa untuk membangun istana kahyangan namun Ontoboga tidak bisa ikut serta bekerja seperti dewa-dewa yang lain karena tidak mempunyai kaki dan tangan, Air mata mustika tersebut ternyata berbentuk telur, setelah itu telur diengkram Dewa Ontoboga lalu lahirlah/menetas putri cantik jelita dari dalam telur, dialah Bethari sri LuhWati/ Dewi Sri. Meski Dewi Sri diangkat menjadi anak oleh Bethara Guru tapi karena kecantikannya yang sangat luar biasa maka Bethara Gurupun akhirnya jatuh cinta kepada Dewi Sri.
Singkat cerita karena kecantikan Dewi Sri melebihi bidadari-bidadari yang lain dan membuat jatuh cinta Bethara Guru maka Dewi Sri lalu diracun lalu dibuang kedunia oleh bidadari-bidadari lain yang iri dan mengkhawatirkan mendatangkan bencana di kahyangan dan dari kuburan sang Dewi Sri itulah tumbuh tanaman-tanaman yang bermanfaat bagi umat manusia, dari kepala tumbuh buah kelapa, dari wajah tumbuh bermacam-macam rempah-rempah dan sayur mayur, dari rambut tumbuh bermacam-macam bunga wangi dan rerumputan, dari tangan tumbuh kayu jati dll, dari pahanya tumbuh bambu berbagai jenis dari kakinya tumbuh umbi-umbian dan ketela, dan padi tumbuh dari pusarnya,
Setelah selesai bercerita lalu keluarga mbah kakung melaksanakan tradisi Wiwit bersama dilanjutkan memanen padi lalu ditutup dengan acara bersih desa dengan kirab yang membawa hasil bumi. Wiwitan adalah tradisi orang Jawa dalam memanen hasil bumi yang berupa padi sebagai sumber pangan dalam kehidupan manusia. Wiwitan/wiwit artinya mulai atau memulai kegiatan dalam hal ini memulai panen.
Sepenggal kisah menarik yang disajikan oleh tim kesenian Pemerintah Kabupaten Klaten dalam gelaran Pentas Duta Seni Kabupaten Klaten pada Minggu, 26 Mei 2024 di Anjungan Jawa Tengah TMII.


Pergelaran ini dibuka secara langsung oleh Kepala Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah Sarido, S.STP., M.Si dilanjutkan dengan sambutan Ketua Perkumpulan Perantau Jawa Tengah KRT. Drs. Leles Sudarmanto, MM., MBA dan pidato Bupati Klaten yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda Olah Raga, dan Pariwisata Sri Nugroho, S.IP., MM mengakhiri acara seremonial dengan saling bertukar cenderamata.

Selain tampilan pentas seni, juga tersedia stand penjualan produk-produk khas Klaten yang berisikan kain lurik dan batik khas Klaten, kerajinan kriya, dan makanan khas. Hal ini bertujuan selain mengenalkan potensi seni budaya lokal juga sekaligus memperkenalkan produk-produk khas daerah di hadapan masyarakat umum di Jakarta.







