“TAPA WUDA PANGRUWAT SAMBIKALA” dalam Bahasa Indonesia berarti Bertapa Telanjang sebagai sarana ritual membersihkan wabah/ hal-hal buruk, menjadi sebuah tema dalam pertunjukan seni dari Kabupaten Purbalingga pada gelaran Pentas Duta Seni Kabupaten Purbalingga yang berlangsung Sabtu, 10 Juni 2023 di Anjungan Jawa Tengah Taman Mini “Indonesia Indah”. Lakon cerita tersebut dipentaskan dengan bentuk kesenian Tutur Lisan Dalang Jemblung oleh para seniman dari Sanggar Dresnala Purbalingga.

Wayang Jemblung merupakan sebuah karya seni teater yang berkembang di daerah Banyumas dan sekitarnya yang diperkirakan telah mulai ada sekitar 3 abad yang lalu. Wayang Jemblung berbeda dengan wayang-wayang lain terlihat dari penampilan yang lebih sederhana dengan tidak menggunakan alat musik melainkan dengan membunyikan suara-suara instrumen gamelan dengan suara vokal (acapella). Hal inilah yang menjadikan pertunjukan kesenian ini menarik. Tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, Wayang Jemblung juga biasa digunakan sebagai media sosialisasi, penyebarluasan informasi, atau bahkan pesan moral baik yang disampaikan melalui ucapan dalang, candaan, atau maupun sindiran yang dilontarkan para pemainnya.

Gelaran Pentas Duta Seni Kabupaten Purbalingga dibuka secara langsung oleh Kepala Sub Bidang Promosi dan Informasi Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah Menuk Indriastuti, S.Pd. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Paguyuban Jawa Tengah, Paguyuban Perantauan Purbalingga, para Jurnalis dari Pakistan, serta para pengunjung umum.

Kegiatan Pentas Duta Seni dilaksanakan setiap Sabtu/ Minggu di Anjungan Jawa Tengah secara bergiliran oleh sebanyak 35 Pemerintah Kabupaten/ Kota selama satu tahun sebagai upaya pelaksanaan pemajuan kebudayaan berdasarkan UU no 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana promosi, sarana apresiasi dan aktualisasi bagi para pelaku seni, pengamat seni, dan masyarakat pada umumnya dan juga sebagai upaya pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan seni budaya tradisional Jawa Tengah.





